Striker milik Citizens, Gabriel Jesus mengakui bahwa dirinya merasa frustasi dan juga kecewa hanya bisa mengisi lapangan hanya sebagai striker pelapis bagi Sergio Aguero di skuat asuhan Pep Guardiola.

Jesus didatangkan oleh City dari Palmeiras pada musim panas 2016 lalu, dan ia baru bergabung dengan skuat The Citizens mulai Januari 2017 lalu. Namun rupanya kehadirannya belum mampu tatah Aguero dari status striker utama Citizens.

Meski demikian, Setiap pemain berusia 22 tahun terus kerap menunjukkan penampilan impresif ketika dipercaya tampil. Catatan gol pemain asal Brasil itu pun bisa dibilang tak terlalu mengecewakan, ia tidak akan meglewatkan kesempatan bermain yang diberikan oleh Pep Guardiola.

Berpikir Kedepannya

Pada musim ini Jesus tercatat sudah mencetak 17 gol di semua kompetisi, termasuk satu golnya ke gawang Crystal Palace akhir pekan kemarin. Jesus pun menyatakan bahwa ia selalu mencoba berpikir positif dengan situasinya saat ini. Dan dilihat dari statistiknya itu bukan suatu hal yang mengecewakan, pemain asal Brazil tersebut bisa menjadi aset berharga milik City ketika Aguero memutuskan untuk pensiun.

"Saya selalu ingin bermain, saya berharap setiap pertandingan saya ikut bermain. Tentu saja menjadi pelapis membuat saya frustrasi serta kecewa tetapi saya ambil dari sisi positif, itu membuat saya ingin berlatih dan bekerja keras, agar dapat melampui pemain utama dan membuat pelatih kagum" ujar Jesus.

"Ketika saya bermain, saya hanya memikirkan bagaimana saya membantu tim sebaik yang saya bisa. Saya selalu menegaskan bahwa saya selalu ingin bersama tim," tambahnya.

"Jika saya baru bermain di babak kedua, saya masih cukup senang bisa bermain dan memberikan bantuan. Dan saya akan terus membuat keajaiban bersama Manchester City dan terus berjuang sampai mendapatkan posisi utama," tutupnya.